Tuesday, March 30, 2010

Hachiko Monogatari - 1987

...::: HACHIKO MONOGATARI :::...


 ...::: Basa-basi :::...

Met malam semua, kali ini filmnya adam sandler kita pending dulu soalnya saya mo posting film yang di request oleh sobat Ferdinand
dia bilang, film ini tuh bagus, trus aku nyari2 di idws dan ternyata ketemu
saya sendiri jg udah download tapi belum ditonton :p
buat para sobat silahkan ditontoh yah, dijamin pasti filmnya bagus ^^

 
...::: Poster :::...


...::: Kisah Nyata :::...

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
 
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

“ Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
 
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.

Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.



...::: Download Link :::...

19 comments:

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:
aneh unik said...

akhirnya pertamaxx

inge / cyber dreamer said...

masih oL pake HP blm bs download... ntar ja dech...

erm...ulasannya agak spoiler yah, hihi

met malem megi...

aneh unik said...

menyedihkan ceritanya T_T kesetiaan, yang jaman sekarang dah mulai ilang..jadi pnasaran m filmya..

VAN MOVIC said...

wuihh
referensi filmnya makin lengkap neh bro

Rock said...

Kayaknya bagus nich filmnya...

Bunglon Blog said...

waha ceritanya menarik sob, kalo diliat dari maknanya memang sebenernya sesuatu yang berharga dan memberi pelajaran patut untuk diabadikan agar kelak bisa menjadi contoh bagi semua orang...
sukses slalu!

berita untuk negri said...

bener sob anjing memang binatang yang setia,

masterGOmaster said...

trerima kasih informasimovienya bung kapan kapan aja aku download inetku lagi kayak semut sekarang

Ferdinand said...

Wah...ReQuest Ku udah ada toh hhe....makasih Sob udah dibikin Postingnnya hhe.......Pokoknya Ngajarin kesetiaannya keren bgt tuch Film...klo anjing aja bisa segtu setia sm majikannya masa iya kita enggak......(sama siapapun temen, pasangan,etc)....Pamit nie Sob...Aku gy ga bza OL lama2 hhe...

Darin said...

duh kayaknya mengharukan sekali ni meg :(
saya coba donlot yah.

akhatam said...

Wah Filmnya bagus nih kayaknya... Tentang Hewan Dan Manusia... Dan tentu mengharukan yak?!

Perlu nih untuk dilihat...Tx megi

tomo said...

Belum pernah lihat filmnya.Coba aku load dulu nih

tomo said...

Wah koneksiku kagak kuat untuk download.perlu diupgrade dulu nih.maklum rumahan

Rahad 2 Six said...

setia banget ya...
pernah baca ceritanya.tapi gak selengkap yg ini...
thanks for share...

albertus goentoer tjahjadi said...

wah... ini benar-benar sebuah film yang aku tunggu-tunggu mas... thanks ya... aku langsung download nih...

albertus goentoer tjahjadi said...

kok cara downloadnya ribet banget ya mas?

confusedboy said...

kisah yang mengharukan...
thanks sob. dtunggu kunjungannya dan koment nya...

Anonymous said...

Rent a limousine. Propose to her in the limo thomas sabo shop
on the way to or from your special evening. thomas sabo anhänger günstig
Be sure to bring champagne or sparkling thomas sabo engelsflügel
cider to celebrate.Rent your favorite romantic movie. Make it special with homemade popcorn and her favorite movie treat. thomas sabo schmuck
Tell her you want your own happy ending by thomas sabo
proposing as the credits roll at the end.Give her three roses: angebote thomas sabo armbänder
Tell her one represents the past, one represents the present kette thomas sabo
and the last one (with the ring tied to it) represents the future. thomas sabo schmuck günstig
It is estimated that 110 million roses will be angebote thomas sabo ohrschmuck
sold for Valentine’s Day so be sure to order your angebote thomas sabo
roses early for the prettiest petals.

Anonymous said...

The origin of antique cheap panadora art deco rings.The history pandora jewery of the art pandora jewerelly deco movement started years before World pandora jewlerry War II. During this time, women cheap pandora bangles asserted their rights and declared themselves equal to men. During pandora bangle from uk this revolutionary pandora necklaces period, women wore bold pandora necklaces uk jewelry with striking designs and patterns. These silver pandora necklace accessories served as symbols for expressing their capability to do what men can do too. Choosing silver pandora necklace silver gives couples a beautiful way to celebrate their marriage without adding the considerable cost of metals like gold or platinum.


Post a Comment

Jangan lupa ninggalin jejak dengan komentar ^_^